Tutup Tahun 2025, GKJ Ngentakrejo Refleksikan Penyertaan Tuhan di Tengah Ketakutan


Gereja Kristen Jawa (GKJ) Ngentakrejo menggelar Ibadah Minggu terakhir di tahun 2025 dengan suasana khidmat. Ibadah yang dilayani oleh Pdt. Krisnanda Pandu Putra, S.Si., Teol. ini mengangkat tema reflektif jelang pergantian tahun, yakni "Berjumpa dengan Allah dalam Ketakutan Kita".

Dalam ibadah yang berlangsung pada Minggu (28/12), jemaat diajak untuk merenungkan bacaan Alkitab dari Matius 2:13-23. Nas ini mengisahkan perjalanan Yusuf, Maria, dan bayi Yesus yang harus menyingkir ke Mesir demi menghindari ancaman pembunuhan dari Raja Herodes. Bacaan ini menjadi relevan dengan tema ibadah, mengingatkan umat bahwa Allah tetap hadir dan memelihara umat-Nya bahkan dalam situasi yang paling menakutkan atau mencekam sekalipun.

Rangkaian liturgi dibuka dengan kidung Haleluya! Pujilah (KJ 1), mengajak jemaat memuji keagungan Tuhan semesta alam. Suasana ibadah kemudian mengalir ke dalam momen pengakuan dosa dan berita anugerah yang diambil dari Mazmur 34:5-6, yang menegaskan bahwa Tuhan menjawab dan melepaskan umat dari segala kegentaran.

Sebagai respons atas firman Tuhan, jemaat menaikkan pujian Kuasa dan NamaMulah (KJ 341) sebagai kidung kesanggupan. Sementara itu, persembahan dilandasi oleh Mazmur 23:1-6 , diiringi pujian Gembala Baik, Bersuling Nan Merdu (KJ 415) yang menyuarakan keyakinan akan pemeliharaan Tuhan yang seperti gembala.

Ibadah ditutup dengan pengutusan yang meneguhkan iman jemaat untuk menyongsong tahun yang baru. Melalui kidung penutup Di Jalanku 'Ku Diiring (KJ 408), jemaat diingatkan bahwa suka dan duka dipakai Tuhan untuk kebaikan umat-Nya.

Anda mungkin menyukai postingan ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar